Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Dear My Younger Self

Dear Himmah, Beberapa tahun dari saat saat itu, kamu akan menemukan bahwa kebahagiaan di masa kecil begitu mudah didapatkan..sekedar dari jajanan atau permainan receh, terasa sangat berkesan... Tidak lama setelahnya, kamu baru menyadari, bahwa kehidupan dunia dan segala hiruk pikuk yang sesungguhnya, ternyata baru benar-benar dimulai ...  Kamu mungkin tidak akan menyangka, tapi kamu berhasil melewati itu semua... Hingga suatu saat, ada momen dimana kamu merasa mati rasa,.. kembali mempertanyakan, untuk apa sebenarnya kita berjuang... Tetapi ternyata, kamu akhirnya bisa menyelami dan memahami dirimu lebih dalam... Kamu akan menyadari, bahwa kehidupan yang hanya sesaat ini adalah sebuah amanah dan titipan. Kamu bertugas, dan juga berhak untuk menjadi versi terbaik dari dirimu...  Pada akhirnya, kamu dan aku, kita bisa melangkah dengan penuh keyakinan, keberanian, dan kehangatan dalam hati.. meski terkadang, semua tidak semudah yang dibayangkan... #DearMyYoungerSelf  Ketahui...

Pelaut dan Pencipta

Kali ini, secara tidak sengaja aku menemukan dua hal yang ternyata bisa menjadi jawaban, juga penjelasan untuk satu sama lainnya...

 

Mungkin, itu salah satu cara Tuhan memberi tahu kepada hambanya bahwa kuasaNya itu nyata.., bahwa Dia ada sedekat itu dengan kita... 

 

Dari sebuah buku yang kubaca, ada sebuah kalimat menarik di dalamnya...

 

"Mintalah bantuan kepada Sang Pencipta, sebagaimana pelaut berdoa ketika badai menerjang"

 

Mengapa si penulis harus menggambarkan demikian, batinku...

 

Selang beberapa lama, aku tak sengaja menemukan sebuah video tentang seorang yang tidak meyakini Tuhan, sebut saja si Fulan, dan seorang petinggi agama. Si Fulan menanyakan yang intinya seberapa penting sih untuk kita harus mempercayai keberadaan Tuhan, bukankankah sudah cukup dengan kita berlaku baik bagi sesama dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi ini..

 

Dari jawaban pada video tersebut, juga berdasarkan kutipan kalimat dari buku yang aku baca, ternyata bisa kita tarik kesimpulan sebagai berikut :

Memang benar, nahkoda atau pelaut yang hebat pasti sudah membekali dirinya sedemikian rupa untuk mengemudikan kapal dengan baik, memperlakukan seluruh awak dengan bijaksana, serta siaga dalam mengantisipasi berbagai masalah teknis.

 

Tetapi banyak hal yang berada diluar kendali, dan tidak akan bisa diprediksi. Misalnya saja tiba-tiba terjadi angin kencang, kabut, ataupun hantaman ombak, tentunya kita tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan dan kehebatan diri. 

 

Pada akhirnya, kita memang hanyalah seorang hamba… Kita memang memiliki kewajiban untuk berbuat baik terhadap sekitar, tetapi kita juga tidak boleh lupa bahwa ada Dzat yang lebih agung dari seluruh alam semesta ini. Kepada Tuhan yang Maha Kuasa kita memang seharusnya meminta, agar Dia selalu mengasihi dan memberkahi kita, menyelamatkan kita, dan menunjukkan kepada kita jalan yang paling tepat.

 

Ingatlah untuk selalu menyadarkan diri padaNya, karena apapun yang terasa sulit dan berat bagi kita, tidak demikian bagiNya, Sang Pencipta…


Komentar

Popular Posts