Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Dear My Younger Self

Dear Himmah, Beberapa tahun dari saat saat itu, kamu akan menemukan bahwa kebahagiaan di masa kecil begitu mudah didapatkan..sekedar dari jajanan atau permainan receh, terasa sangat berkesan... Tidak lama setelahnya, kamu baru menyadari, bahwa kehidupan dunia dan segala hiruk pikuk yang sesungguhnya, ternyata baru benar-benar dimulai ...  Kamu mungkin tidak akan menyangka, tapi kamu berhasil melewati itu semua... Hingga suatu saat, ada momen dimana kamu merasa mati rasa,.. kembali mempertanyakan, untuk apa sebenarnya kita berjuang... Tetapi ternyata, kamu akhirnya bisa menyelami dan memahami dirimu lebih dalam... Kamu akan menyadari, bahwa kehidupan yang hanya sesaat ini adalah sebuah amanah dan titipan. Kamu bertugas, dan juga berhak untuk menjadi versi terbaik dari dirimu...  Pada akhirnya, kamu dan aku, kita bisa melangkah dengan penuh keyakinan, keberanian, dan kehangatan dalam hati.. meski terkadang, semua tidak semudah yang dibayangkan... #DearMyYoungerSelf  Ketahui...

Belajar=Jihad


Ya.. Malam Minggu...

Tadi sampe sore ngerjain proposal PKM-GT (Doakan lolos yaaa..), bikin video2 geje... seru-seruan..

Terus pas udah di rumah jadi hampa gitu...ga tau kenapa...mau ngerjain tugas maleees banget rasanya,,capek, pingin tidur...

Tiba-tiba keinget, minggu lalu aku dan temanku sempat nonton 99 Cahaya di Langit Eropa Part2...

Salah satu adegannya cukup mengena di hati..

Jadi ceritanya ada salah seorang tokoh yang bernama Khan..dia berasal dari Pakistan, orang-orang menjuluki negara itu sebagai negara ranjau karena sering terjadi perang disana...

Waktu Khan masih kecil, ia ingin ikut berperang bersama teman-temannya untuk membela negaranya...ia ingin membalas dendam akan kematian kakaknya...

Tapi Ayah Khan menahannya, melarangnya untuk melakukan peperangan fisik...sudah luka hatinya kehilangan seorang anak, tidak ingin lagi ada belahan jiwanya yang menjadi korban...

Ayah Khan berpesan kepada Khan, kurang lebih pesannya adalah  “berperanglah dengan menuntut ilmu setinggi-tingginya, dan kemudian kembalilah ke negaramu ini untuk memperbaikinya...untuk melindunginya...berjanjilah pada Ayah”.

Seringkali, bahkan mungkin setiap detik,.kita berfikir untuk apa kita menuntut ilmu sekarang ini.. untuk lulus dengan IPK Cumlaude? Mendapat beasiswa keluar negeri? Mendapat pekerjaan yang luar biasa?mendapat penghasilan yang banyak?

Ya, semua tujuan itu memang benar, tidak salah... tapi kita lupa, terutama aku saat ini... sudah lupa kalau belajar itu adalah suatu bentuk jihad fi sabilillah...

Kontribusi apa yang sudah kita berikan untuk Islam? Sudahkah kita menjadi Agen Muslim yang baik?

Kita mungkin tidak bisa menggunakan senjata api untuk ikut terjun di medan perang, kita juga mungkin tidak bisa menjadi relawan di bidang kesehatan untuk membantu saudara-saudara disana,.. tapi ketahuilah, dengan belajar, belajar sungguh-sungguh...kita telah memperjuangkan Islam, memperjuangkan negeri ini...

Kita terlalu egois kadang, memikirkan bagaimana cara untuk meraih mimpi-mimpi kita... dengan hanya bertopang pada tujuan itu, kita dengan mudah untuk menjadi tidak bersemangat...

Kita harus mulai meluruskan niat kita, sisipkan “Jihad fi sabilillah dengan belajar bersungguh-sungguh” di dalam list tujuan hidup kita.. beri garis bawah yang tajam, distabilo, bold bila perlu.. agar kita selalu ingat, semua perjuangan yang kita lakukan, bukan hanya untuk kepentingan duniawi semata, bukan untuk kepentingan pribadi semata, tapi untuk kepentingan akhirat, untuk kepentingan seluruh umat...

Allahuakbar!!!

Komentar

Popular Posts