Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Dear My Younger Self

Dear Himmah, Beberapa tahun dari saat saat itu, kamu akan menemukan bahwa kebahagiaan di masa kecil begitu mudah didapatkan..sekedar dari jajanan atau permainan receh, terasa sangat berkesan... Tidak lama setelahnya, kamu baru menyadari, bahwa kehidupan dunia dan segala hiruk pikuk yang sesungguhnya, ternyata baru benar-benar dimulai ...  Kamu mungkin tidak akan menyangka, tapi kamu berhasil melewati itu semua... Hingga suatu saat, ada momen dimana kamu merasa mati rasa,.. kembali mempertanyakan, untuk apa sebenarnya kita berjuang... Tetapi ternyata, kamu akhirnya bisa menyelami dan memahami dirimu lebih dalam... Kamu akan menyadari, bahwa kehidupan yang hanya sesaat ini adalah sebuah amanah dan titipan. Kamu bertugas, dan juga berhak untuk menjadi versi terbaik dari dirimu...  Pada akhirnya, kamu dan aku, kita bisa melangkah dengan penuh keyakinan, keberanian, dan kehangatan dalam hati.. meski terkadang, semua tidak semudah yang dibayangkan... #DearMyYoungerSelf  Ketahui...

Ambisi dan Kepasrahan adalah Sahabat

Setiap orang pasti memiliki mimpi bukan?
Jika tidak, mulailah menentukan mimpi kita. Karena mimpi, cita-cita, adalah bahan bakar kehidupan. Tanpa mimpi, kita tidak dapat bergerak kemanapun. Kita diam di tempat. Kita rusak. Kita merepotkan.
Aku bukanlah orang yang memiliki segalanya. Aku juga bukan orang yang cerdas. Aku bahkan tidak memiliki bakat khusus yang kubawa sejak lahir. Haha.
Apalah jadinya aku jika aku tidak memiliki mimpi.
Aku membuat ceritaku sendiri...
Di dalamnya kugambarkan kehidupan yang aku inginkan, langkah-langkah yang harus aku ambil, dan hal-hal indah lain.
Akan ada yang tertawa, tidak percaya...
Dengan cerita itu, dengan tawa itu, aku menguatkan diriku. Aku belajar agar aku dapat melalui apa yang harus kulalui, aku menciptakan bakatku sendiri, aku mencari keindahan hidup.  
Tetapi terkadang aku lupa, aku terlalu memaksa kepada-Nya. Mengharap hal yang kuanggap baik, padahal belum tentu menjadi yang terbaik untuk kita.
Ya, kita hanya manusia yang serba terbatas. Dan Allah adalah yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui. Siapalah kita berhak mengatur takdir-Nya. Biarlah, biarlah Dia yang menentukan kemana kita seharusnya kita melangkah. Pasrah.
Ambisi dan kepasrahan tidak seharusnya berpisah. Mereka harus berjalan berdampingan, tidak saling mendahului.
Mengedepankan ambisi akan membuat kecewa jika hasil yang tidak diinginkan terjadi, padahal itulah yang terbaik dari-Nya.
Mengedepankan kepasrahan membuat kita malas. Menerima takdir tanpa ingin berusaha dengan giat, tanpa ingin memperbaiki.  
Wahai diri,
Semoga selalu ingat bahwa dunia hanya sementara.
Semoga selalu sadar untuk selalu berlomba dalam kebaikan.
Semoga selalu ikhlas dengan semua ketentuan-Nya.

Komentar

Popular Posts