Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Dear My Younger Self

Dear Himmah, Beberapa tahun dari saat saat itu, kamu akan menemukan bahwa kebahagiaan di masa kecil begitu mudah didapatkan..sekedar dari jajanan atau permainan receh, terasa sangat berkesan... Tidak lama setelahnya, kamu baru menyadari, bahwa kehidupan dunia dan segala hiruk pikuk yang sesungguhnya, ternyata baru benar-benar dimulai ...  Kamu mungkin tidak akan menyangka, tapi kamu berhasil melewati itu semua... Hingga suatu saat, ada momen dimana kamu merasa mati rasa,.. kembali mempertanyakan, untuk apa sebenarnya kita berjuang... Tetapi ternyata, kamu akhirnya bisa menyelami dan memahami dirimu lebih dalam... Kamu akan menyadari, bahwa kehidupan yang hanya sesaat ini adalah sebuah amanah dan titipan. Kamu bertugas, dan juga berhak untuk menjadi versi terbaik dari dirimu...  Pada akhirnya, kamu dan aku, kita bisa melangkah dengan penuh keyakinan, keberanian, dan kehangatan dalam hati.. meski terkadang, semua tidak semudah yang dibayangkan... #DearMyYoungerSelf  Ketahui...

Materi dan Ilmu, Untuk Apa ?

Materi dan ilmu memainkan peranan penting dalam kehidupan manusia. Hanya saja, bagaimana kita bersikap, adalah yang akan menentukan kemana kaki melangkah. Sebagian orang berpedapat, bahwa materi tidak perlu dikejar karena ketika kelak raga telah tiada, semua akan ditinggalkan. Memiliki materi banyak, ilmu tinggi, tetapi jatuh sakit dan tidak bisa menikmati juga menjadikan alasan bahwa semua itu tidak layak untuk diperjuangkan. Kekhawatiran yang ada itu tidak jarang berujung kepada kemalasan, atau parahnya, ada rasa dengki kepada orang yang lebih mapan.

Sebagian lainnya, memilih untuk jatuh bangun mengejar materi sebanyak-banyaknya, ilmu setinggi-tingginya, entah karena ambisi, atau sekedar hobi. Melupakan kanan kiri, menggenggam erat dompetnya karena takut berbagi.

Jika kita sedikit mengubah sudut pandang kita, sesungguhnya materi dan ilmu tidak untuk ditempatkan sebagai sebuah tujuan, melainkan sebagai alat. Alat untuk berbagi, alat untuk lebih memahami, juga alat pelindung agar kelak tidak merepotkan orang tersayang. Mencari materi dan ilmu bukanlah hal yang lantas membuat kita menjadi manusia rakus, selama kita berusaha menanamkan dalam diri bahwa semua itulah yang akan membuat kita menjadi lebih mudah untuk beramal dan membuat ibadah menjadi lebih tenang. Bukankah rasanya lebih menyenangkan bila kita bisa berbagi dengan sesama…???

Komentar

Popular Posts