Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Dear My Younger Self

Dear Himmah, Beberapa tahun dari saat saat itu, kamu akan menemukan bahwa kebahagiaan di masa kecil begitu mudah didapatkan..sekedar dari jajanan atau permainan receh, terasa sangat berkesan... Tidak lama setelahnya, kamu baru menyadari, bahwa kehidupan dunia dan segala hiruk pikuk yang sesungguhnya, ternyata baru benar-benar dimulai ...  Kamu mungkin tidak akan menyangka, tapi kamu berhasil melewati itu semua... Hingga suatu saat, ada momen dimana kamu merasa mati rasa,.. kembali mempertanyakan, untuk apa sebenarnya kita berjuang... Tetapi ternyata, kamu akhirnya bisa menyelami dan memahami dirimu lebih dalam... Kamu akan menyadari, bahwa kehidupan yang hanya sesaat ini adalah sebuah amanah dan titipan. Kamu bertugas, dan juga berhak untuk menjadi versi terbaik dari dirimu...  Pada akhirnya, kamu dan aku, kita bisa melangkah dengan penuh keyakinan, keberanian, dan kehangatan dalam hati.. meski terkadang, semua tidak semudah yang dibayangkan... #DearMyYoungerSelf  Ketahui...

Tentang Kebahagiaan

Pernah di suatu waktu, aku terlalu sibuk menjadikan kehidupan orang lain sebagai patokan kebahagiaanku.

“Jika aku bisa seperti dia…”

“Jika aku bisa memiliki apa yang dia miliki…”

“Jika aku memiliki kesempatan yang sama sepertinya….”

Pertanyaan-pertanyaan itu yang menjadikan bahan bakar semangat untuk terus bergerak maju. Hingga pada titik yang aku sebut pencapaian, ternyata aku tidak merasakan desiran yang aku bayangkan akan ada...

Rasanya seperti menelan makanan enak tanpa mengunyah atau mengecapnya. Tetap ada yang kurang….

Orang bisa bilang, aku tidak bersyukur…

Tentu bukan inginku untuk merasa demikian, tetapi memang masih ada yang kurang meski semua ada di genggaman…

 

Perlahan aku belajar, dan masih sedang belajar…

Bahwa kita lah yang memahami betul makna dan standar kebahagiaan untuk diri kita….

Bahwa kita harus lebih bisa melihat dan merasakan kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang ada di sekitar kita…

Bahwa bisa jadi, yang kita anggap biasa saja, atau bahkan yang sering kita keluhkan, adalah hal yang ingin dimiliki orang lain…

Orang lain tidak seharusnya bisa memaksakan standar kebahagiannya kepada kita, pun sebaliknya…

Karena pada akhirnya kita yang berjalan di atas kaki kita sendiri, dan kita lah yang menolong diri kita saat terjatuh...

Pada akhirnya, adalah diri kita yang paling tulus berbahagia atas pencapaian kita…

Be brave and keep going…

 


Komentar

Popular Posts