Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

Dear My Younger Self

Dear Himmah, Beberapa tahun dari saat saat itu, kamu akan menemukan bahwa kebahagiaan di masa kecil begitu mudah didapatkan..sekedar dari jajanan atau permainan receh, terasa sangat berkesan... Tidak lama setelahnya, kamu baru menyadari, bahwa kehidupan dunia dan segala hiruk pikuk yang sesungguhnya, ternyata baru benar-benar dimulai ...  Kamu mungkin tidak akan menyangka, tapi kamu berhasil melewati itu semua... Hingga suatu saat, ada momen dimana kamu merasa mati rasa,.. kembali mempertanyakan, untuk apa sebenarnya kita berjuang... Tetapi ternyata, kamu akhirnya bisa menyelami dan memahami dirimu lebih dalam... Kamu akan menyadari, bahwa kehidupan yang hanya sesaat ini adalah sebuah amanah dan titipan. Kamu bertugas, dan juga berhak untuk menjadi versi terbaik dari dirimu...  Pada akhirnya, kamu dan aku, kita bisa melangkah dengan penuh keyakinan, keberanian, dan kehangatan dalam hati.. meski terkadang, semua tidak semudah yang dibayangkan... #DearMyYoungerSelf  Ketahui...

Algoritma "Kehidupan"

Pembahasan hari ini bermula dari aku yang menggeleng-gelengkan kepala karena tiba-tiba terlintas pengalaman buruk yang pernah aku alami. Rasanya beberapa detik aku kembali merasakan kesedihan, ketakutan, kesakitan, dan juga kemarahan yang sama. Padahal kita semua tau, bahwa itu sudah berlalu, dan aku berdiri tegak disini sekarang...

Sesaat aku berharap agar semesta menghilangkan semua momen itu dari garis kehidupanku, ditambah dengan rasa sesal yang kemudian membuatku kembali mempertanyakan diri ini…

Kemudian aku disadarkan oleh kata-kata dari pawangku a.k.a mas suami, beliau memberi perumpamaan bahwa kehidupan kita itu disusun bagaikan teori algoritma genetik (dalam bidang informatika). Sederhananya, teori tersebut membantu mendapatkan gen optimal atau solusi yang optimal dengan penggabungan berbagai gen dari berbagai populasi dan generasi. Baik gen dominan maupun tidak dominan memiliki peranan pentingnya sendiri-sendiri.

Kita yang seringkali mengharapkan agar pengalaman buruk dienyahkan dari ingatan kita, padahal keburukan dan kebaikan yang terjadi di masa lampau itulah yang membuat kita berada di kehidupan yang lebih baik sekarang, dan juga yang akan datang. Bukan untuk disesali pun ditakutkan, semua yang sudah terjadi adalah sebagai pengingat akan seberapa kuatnya diri kita. Kesalahan bisa jadi tak terelakkan dari kehidupan, tetapi berusaha untuk terus memperbaiki diri adalah tujuan.

Komentar

Popular Posts